AgrariaLingkungan

Mengetengahkan Wacana Penghidupan Berkelanjutan

Judul buku      : Penghidupan Berkelanjutan dan Pembangunan Pedesaan: Seri Kajian Petani dan Perubahan Agraria

Penulis            : Ian Scoones

Penerbit           : INSISTPress

Tahun terbit    : 2021

Halaman          : 252

Peresensi         : Fia Yasmin Ni’mal Maula

 

Lahirnya buku ini merupakan hasil penceburan kembali Scoones pada tahun 2008 melalui lokakarya yang dilaksanakan oleh Institute Development Studies (IDS) di Sussex, Inggris. Sebelumnya, Ian Scoones banyak melakukan penelitian dengan livelihood approaches (pendekatan penghidupan ) di dalam kajian dan praktek pembangunan. Setelah esai Journal of Peasant Studies terbit pada tahun 2009, ia melanjutkan dan mengembangkan jurnal tersebut melalui penulisan buku ini. Buku terdiri dari Sembilan Bab yang merupakan pengalaman peneletian Scoones dan tim di masa lalu hingga saat ini.

Dua perspektif penting yang ingin disampaikan Scoones dalam buku ini ialah suistanable livelihood dan rural development, atau penghidupan berkelajutan dan perkembangan pedesaan.

Munculya minat terhadap kajian penghidupan berkelanjutan ada sejak akhir 1980-an dengan keterhubungan tiga kata berikut: berkelajutan, pedesaan, dan penghidupan. Wacana Kesalingterkaitan tema tersebut pertama kali muncul di Genewa, Swiss, pada diskusi mengenai laporan Food 2002 yang disusun untuk Komisi Bruntland.

Definisi penghidupan berkelanjutan yang populer saat ini merupakan rumusan hasil kertas kerja untuk IDS pada 1992 oleh Robert Chamber dan Gaillard Conway.

“Sebuah penghidupan terdiri atas kapabiilitas, aset (termasuk sumber-sumber material dan social), dan kegiatan mencari nafkah. Sebuah penghidupan dapat disebut berkelanjutan apabila dapat mengatasi dan pulih dari tekanan dan guncangan, mempertahankan atau menguatkan kapabilitas dan aset, tanpa menyusutkan basis sumberdaya alam” (Chambers dan Conway – 1992).

Penghidupan berkelanjutaan penting bagi pemahaman serta dasar untuk bertindak. Dalam buku dijelaskan, penghidupan di pedesaan bukan hanya usaha tani, tetapi lebih dari itu seperti kegiatan di luar pertanian, dan kesempatan kerja pedesaan. Sedangkan Frank Ellis, yang dikutip dalam buku tersebut juga, melihat penghidupan pedesaan sebagai serentetan ragam strategis yang dibedakan dalam masing-masing rumah tangga. Dalam perubahan agrarian, ekonomi non-pertanian menjadi penting karena adanya kegiatan lain di luar pertanian pedesaan.

 

Analisis Ekonomi Politik Penghidupan

Pada dasarnya, penghidupan dalam konteks tertentu dipengaruhi kekuasaan dan politik. Konteks yang ada yakni seperti pola-pola relasi kuasa secara struktural, yang bersifat historis dan berjangka panjang, yang berlangsung antar kelompok sosial, pola-pola kendali ekonomi dan politi oleh negara dan aktor kuat lainnya, serta beragam pola produksi, akumulasi, investasi, dan reproduksi di semua masyarakat.

Analisis ekonomi-politik penghidupan harus mengaitkan pemahaman mikro tentang siapa melakukan apa di tempat tertentu, dengan factor seperti penggerak structural, kontekstual, dan historis yang membentuk peluang dan hambatan  (h. 115).

Dalam bab ketujuh, disajikan sebuah analisis ekonomi-politik dan penghidupan pedesaan dalam enam kasus. Yang kesetiap kasusnya mengandung pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Bernstein.

Untuk memahami aspek ekonomi-politik dalam isu-isu penghidupan, Bernstein memiliki 4 pertanyaan mendasar.

  1. Siapa memiliki apa? Pertanyaan ini berkenaan dengan property serta kepemilikan aset dan sumber enghidupan.
  2. Siapa melakukan apa? Behubungan dengan pemilihan kerja secara social, perdebatan seperti siapa yang memperkerjakan, siapa yang dipekerjakan, pemilihan berdasar gender
  3. Siapa mendapat apa? Terkait dengan pendapatan dan aset, pola akumulasi dari waktu ke waktu, dan diferensiasi social dan ekonomi.
  4. Apa yang mereka lakukan dengan apa yang meeka dapatkan? Berkaitan dengan macam strattegi penghidupan dan konsekuensinya yang tercermin dalam pola konsumsi, eproduksi social, tabungan tabungan dan investasai.

Selain keempat pertanyaan tadi, pertanyaan yang fokus pada tantangan sosial dan ekologis.

  1. Bagaimana kelas-kelas dan kelompok sosial di masyarakat dan negara saling berinteraksi?
  2. Bagaimana perubahan-perubahan dalam politik dipengaruhi oleh dinamika ekologi dan sebaliknya?

Pertanyaan diatas dapat dijawab dengan pendekatan dan metode yang tepat. Scoones juga menjelaskan, walaupun ini bukan patokan untuk menganalisis penghidupan berkelanjutan, metode yang dapat digunakan ialah metode campuran yang melampaui sekat disiplin ilmu. Metode yang digunakan juga haruslah secara keseluruhan dan parsial. Termasuk memeriksa bias bias dan asumsi di balik penciptaannya pengetahuan dan berpegangan pada refleksi dalam proses penelitian.

 

Tantangan Baru bagi Perspektif Penghidupan

Dimasukkannya politik kedalam analisis penghidupan berkelanjutan sering sekali disebutkan di bab sebelumnya. Bab kesembilan , Scoones menggarisbawahi letak pentingnya proses politik pada bab-bab yang ada di dalam buku. Ada 4 bidang utama terkait politik dalam analisis penghidupan yang harus diperbaharui.

Pertama adalah politik kepentingan. Seperti pertanyaan mendasar, ‘siapa memiliki apa?’ dan ‘siapa memperoleh apa?’ menjelaskan adanya politik kepentingan yang terjadi dalam penghidupan. Kedua adalah politik individual. Meletakan fokus pada perilaku, emosi, respon individu bias membantu memahami realitas nyata penghidupan yang beragam. Seperti istilah yang digunakan oleh Nancy Fraser yakni “politik pengakuan”. Politik individual tidak bias dilupakan dari proses politik yang lebih luas.

Ketiga ialah politik pengetahuan. Pertanyaan kunci dalam setiap analisis “pengetahuan siapa yang penting?”. Politik pengetahuan yang intens berlangsung juga bagaimana dalam mengukur, menghitung, menilai, mengevaluasi, dan memvalidkan penghidupan sebagai inti dalam metodolog penghidupan. Keempat ialah politik ekologi. Pesatnya perubahan lingkungan dan besarnya tantangan lokal dan global berkenaan dengan keberlanjutan menjadi tantangan kebaharuan politik ekologi. Kebaharuan politk ekologi ditujukkan juga untuk mencari inovasi dan transisi teknis dan sosial.

Dengan empat dimensi diatas, politik baru tentang penghidupan dapat tercipta. Politik baru terkait penghidupan bukan hanya mempertahankan pendekatan yang sudah ada, tetapi juga menambah aspek baru. Perspektif ini mencoba menghindari instrumentalisme yang menyederhanakan, dan tentunya lebih mendalam. Walaupun diperluas, perhatian terhadap local namun hal yang bersifat partikular tidak lupa boleh dilupakan.

Pendekatan ini pula harus memperhatikan dinamika struktural dan relasional lebih luas guna membentuk lokalitas dan penghidupan. Hak  penghidupan merupakan suatu hal yang pantas diperjuangkan.

Buku ini merupakan satu diantara buku-buku Seri Kajian Petani dan Perubahan Agraria yang diprkarsai Initiatives in Critical Agraruan Studies (ICAS). Tema besarnya ialah agraria, yang  merujuk kepada pengertian terluas, mengacu pada dunia pertanian-pedesaan-agraria yang tak terputus dari aspek yang mempertimbangkan konteks, sektor-sektor dan perwujudan geografis sektor industry dan perkotaan. Memahamkan pembaca terkait dengan berbagai dinamika “perubahan”.

 

Minerva Foundation

Minerva Foundation adalah organisasi nir laba yang bergerak di dunia literasi. Didirikan dengan harapan tinggi mampu meningkatkan etos baca masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya. Program utamanya adalah beasiswa buku yang diintegrasikan dengan penulisan review-buku. Minerva Foundation diimpikan sebagai tempat refrensi utama bagi seseorang yang ingin mempelajari apa yang ia ingin pelajari melalui buku-buku yang diulas oleh jaringan penikmat buku Minerva.id.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button