FilsafatPolitik

3 Sistem Pemerintahan di Masa Yunani Kuno yang Sekarang Masih ada | Resensi Buku Politics Aristoteles

Judul : Politics Aristoteles
Penulis : Aristoteles
Penerjemah : Ira Puspitorini
Penerbit : Penerbit Indoliterasi
Cetakan : Tahun 2021
Tebal : 280 Halaman
ISBN : –
Peresensi : Feby Alfiana

Buku yang berjudul Politics Aristoteles ini memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya negara yang sempurna dan bagaimana sistem pemerintahan dijalankan. Dalam buku ini tidak jarang ditemukan kutipan dari beberapa karya Plato seperti; The Laws of Plato dan Republics of Plato. Bukan hal yang mengherankan, karena dua tokoh ini hidup di zaman yang sama, bahkan punya relasi guru-murid.

“Manusia pada hakikatnya adalah binatang politik”, begitulah kutipan yang terpampang pada halaman depan buku ini. Kutipan tersebut tentu saja telah memancing rasa penasaran saya mengapa manusia dinamakan sebagai binatang politik. Kutipan tersebut kemudian dijelaskan oleh Aristoteles bahwa manusia hakikatnya adalah hewan tetapi memiliki derajat lebih tinggi.
Manusia adalah satu-satunya hewan yang dilengkapi dengan kemampuan berbahasa, dimana dengan berbahasa manusia mampu mengekspresikan kesenangan dan kepedihan yang dialaminya. Tidak hanya itu, dengan kemampuan berbahasa, manusia juga mampu menjelaskan dengan tepat apa yang menguntungkan dan yang merugikannya, hal tersebut juga serupa dengan apa yang diangggap adil dan tidak adil baginya.

Buku yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1885 ini, pada bagian awalnya banyak membicarakan tentang instrumen pembentuk sistem pemerintahan. Instrumen tersebut kurang lebih berisikan tentang komponen dari negara yang ideal dan bagaimana setiap komponen negara tersebut mampu mempengaruhi komponen yang lain.

Kesetaraan Gender di Mata Aristoteles

Aristoteles mengatakan bahwa pada dasarnya laki-laki lebih cocok memerintah daripada perempuan. Argumen tersebut selaras dengan pendapat Socrates yang menyatakan bahwa keberanian seorang laki-laki dan perempuan itu berbeda. Keberanian seorang laki-laki diperlihatkan dengan perintah, sedangkan keberanian seorang perempuan diperlihatkan melalui ketaatan.

Argumen dua filsuf besar Athena tentang perempuan ini tentu tidak serta merta diterima begitu saja dalam masyarakat. Argumen tersebut justru banyak memunculkan kritik karena secara tidak langsung telah menempatkan perempuan sebagai kelompok masyarakat kelas kedua.
Menurut Aristoteles negara adalah kondisi pluralitas yang harus dipersatukan oleh pendidikan. Ia beranggapan bahwa negara dengan pendidikan yang baik mampu melakukan transformasi sosial yang tentu saja akan berimplikasi pada tatanan sosial dalam negara tersebut.

Aristoteles berpendapat bahwa dalam suatu negara, tidak hanya properti (kepemilikan barang) saja yang harus setara, tetapi juga pendidikan. Ia beranggapan bahwa dengan pendidikan yang setara, rakyat tidak mudah dibodohi oleh produk hukum (undang-undang) yang berlaku pada negara tersebut.

Bebebrapa Sistem Pemerintahan dan Kelemahannya

Lalu sistem pemerintahan seperti apa yang dianggap paling ideal? Bagi Aristoteles setidaknya terdapat 3 macam sistem pemerintahan yang ada pada saat itu (Yunani Kuno) yang tentunya juga masih ada keterkaitannya dengan saat ini. Sistem pemerintahan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, Monarki (kerajaan), merupakan salah satu bentuk sistem pemerintahan yang diperintah oleh satu orang. Namun sistem pemerintahan ini memiliki bentuk penyimpangan yaitu tirani. Tirani sendiri terjadi saat raja yang seharusnya bertindak demi kepentingan rakyat malah bertindak demi keuntungan pribadinya sendiri.

Kedua, Aristokrasi, merupakan sistem pemerintahan yang dipimpin oleh orang-orang terbaik atau filsuf (pemikir). Namun, Aristokrasi juga mengandung potensi bahaya yang disebut oligarki. Oligarki sendiri mengacu pada kondisi dimana negara dikendalikan oleh segelintir kepentingan elite yang mengatasnamakan kepentingan rakyat.

Ketiga, Demokrasi, merupakan sistem pemerintahan yang secara sederhana, diartikan sebagai sistem pemerintahan yang dilakukan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, Aristoteles mengatakan bahwa demokrasi juga memiliki kelemahan, yaitu adanya kekhawatiran akan kebebasan yang terlalu frontal yang sehingga malah membahayakan sistem pemerintahan itu sendiri. Berdasarkan ketiga sistem pemerintahan yang disampaikan Aristoteles tersebut, kita bisa tahu bahwa setiap sistem pemerintahan punya kelemahan masing-masing.

Berdasarkan ketiga sistem pemerintahan tersebut, kita dapat mengetahui apakah demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling ideal atau bukan. Selain itu, kita juga dapat mengetahui bagaimana sikap kita sebagai warga negara yang hidup dalam negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Demokrasi mungkin belum bisa diterapkan secara sempurna di Indonesia, mengingat banyak sekali pemimpin kita yang mengatasnamakan demokrasi dalam kepemimpinannya tapi justru lebih mengarah pada oligarki, dimana kebijakan pemerintahan yang ditentukan oleh kepentingan segelintir orang. Namun hal tersebut tidak kemudian mengurangi semangat kita untuk memperjuangkan demokrasi, yaitu semangat bernegara dengan prinsip dari rakyat dan dikembalikan pada rakyat.

Buku Politics Aristoteles ini seringkali dijadikan bahan referensi dalam buku lain seperti Oligarki karya Jeffrey A Winters. Hanya saja, buku Politics Aristoteles ini sedikit sulit untuk dipahami karena memang pada dasarnya buku tersebut adalah tulisan asli Aristoteles pada masa sebelum masehi. Meskipun buku ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, butuh konsentrasi yang ekstra dalam memahami buku ini.

Minerva Foundation

Minerva Foundation adalah organisasi nir laba yang bergerak di dunia literasi. Didirikan dengan harapan tinggi mampu meningkatkan etos baca masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya. Program utamanya adalah beasiswa buku yang diintegrasikan dengan penulisan review-buku. Minerva Foundation diimpikan sebagai tempat refrensi utama bagi seseorang yang ingin mempelajari apa yang ia ingin pelajari melalui buku-buku yang diulas oleh jaringan penikmat buku Minerva.id.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button